Begini Nasib Pencuri Alat Berat Di Aceh Tamiang

Begini Nasib Pencuri Alat Berat Di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG – Tiga pelaku kawanan pencuri dengan cara kekerasan diringkus personel Satreskrim Polres Aceh Tamiang, dari dua lokasi berbeda, Jumat (11/8/2017). Ketiga pelaku masing-masing berinisial, MSS (35) warga Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, MA (31) warga Desa Johor Lama, Kecamatan Wampu, Langkat. Keduanya diciduk di rumah kerabatnya di Desa Upah, Kecamatan Bendahara. Sedangkan satu pelaku lainnya Sya (46) warga Dusun Buntu, Desa Upah, Kecamatan Bendahara, ditangkap di rumah warga Dusun Pajak Pagi, Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang Iptu. Ferdian Chandra, S.Sos yang dikonfirmasi tribratanews.polresacehtamiang.com Senin (14/8/2017) membenarkan penangkapan tersebut. Dikatakan, ketiga pelaku terlibat kasus tindak pidana dengan kekerasan terhadap peralatan alat berat (Beko) yang terjadi di jalan AMD Desa Suka Ramai Satu, Kecamatan Seruway pada Jumat sekitar pukul 02.30 WIB. “Adapun korban Curas sebanyak empat orang, yaitu penjaga alat berat Adi Permana, Sagimin, Suratman dan Wahyudi Chandra. Mereka di intimidasi fisik oleh para pelaku dengan posisi tangan diikat,” terang Kasat.

Pada saat itu kata Kasat Reskrim, Adi Permana dan rekannya sedang menjaga alat berat beko milik Adi Sucipto warga pekan Seruway. Karena cuaca hujan mereka berteduh di gubuk yang tak jauh dari lokasi beko. Tiba-tiba datang sejumlah orang tidak dikenal (OTK) langsung mengancam korban dengan cara dipijak.

Korban tidak berani melawan, karena jumlah pelaku lebih banyak. Bahkan korban diancam akan ditembak. Setelah penjaga tak berdaya, pelaku dengan cepat melancarkan aksinya menggasak peralatan beko. Tak lama berselang korban mendengar suara mobil datang kemudian kendaraan tersebut keluar bersama kawanan pelaku. “Setelah pelaku kabur, para penjaga berusaha melepaskan tali ikatan. Lalu mereka mengecek situasi ternyata peralatan beko antara lain, pompa beko merek Hitachi, motor travel kiri dan kanan dan satu buah santle paleb sudah raib. Barang yang hilang tersebut ditaksir mencapai Rp 100 juta,” sebutnya.

  • tribratanewsacehtamiangIptu. Ferdian Chandra mengungkapkan, dari fakta-fakta dilapangan, olah TKP dan keterangan saksi-saksi, personil Polsek Seruway yang di back up Unit Opsnal Satreskrim Polres Aceh Tamiang melakukan penyelidikan dan dapat mengidentifikasi para pelaku. Selanjutnya Polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil mengamankan tiga orang tersangka, yakni MSS, MA dan Sya.Adapun barang bukti yang disita dari tiga pelaku tersebut berupa alat bantu yang digunakan melakukan tindak pidana, yaitu satu unit sepeda motor jenis bebek BL 3018 UH dan sebilah parang. Saat ini para tersangka mendekam disel tahanan Mapolres Aceh Tamiang. “Dari keterangan tiga pelaku Curas tersebut, mereka berjumlah delapan orang, sehingga terhadap lima pelaku lainnya tim gabungan masih melakukan pengejaran,” ungkap Ferdian.

    Ferdian juga menerangkan, penangkapan pelaku Curas juga berdasarkan laporan Polisi Nomor: LP/ 18 /VIII/2017/Aceh/Polsek Bendahara, tanggal 11 Agustus 2017, atas nama pelapor Adi Sucipto warga Seruway sebagai pemilik beko.

Share this post

Post Comment